Jumat, 04 Januari 2019

Jamur, Manfaat dan Resiko Terhadap Tubuh Kita






       Jamur, sudah tidak asing lagi, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Terdapat banyak jenis jamur yang tumbuh di Indonesia, salah satu faktor penyebabnya adalah komdisi iklim di Indonesia yang bagus mengakibatkan tingkat kesuburan tanah di Indonesia sangat subur. Dahulu, sebelum adanya budidaya jamur, masyarakat mencari jamur di kebun - kebun mereka atau di hutan. Dengan kemajuan Tekhnologi, berkembanglah budidaya jamur. 

     Ada banyak sekali jenis - jenis jamur, dari yang bisa di konsumsi sampai yang beracun. Banyak manfaat yang kita peroleh dari jamur. Tapi, resiko yang di akibatkannya pun lumayan banyak, bahkan ada yang sampai berakibat pada kematian. Berikut manfaat dan resiko dari jamur :

      1. Kandungan Nutrisi Pada Jamur Sangat Baik.
 
    Meskipun jamur rendah akan kalori, namun jamur kaya akan kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral. Ini sangat baik untuk program diet. Selain itu, terdapat antioksidan, selenium, polisakarida, dan vitamin D2.
    Jamur yang paling sering di konsumsi adalah jamur putih.

     2. Jamur Dapat Meningkatkan Imunitas Pada Tubuh

    Di Cina, jamur shitake atau jamur putih digunakan untuk membuat obat flu. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak jamur shitake dapat melawan virus dan meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi akibat bakteri atau jamur.

    Kemudian, jamur shitake dan mengandung beta-glukan, salah satu polisakarida yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pada sebuah studi, 52 orang yang mengonsumsi satu atau dua jamur kering dalam satu bulan, fungsi kekebalan tubuhnya meningkat, dan risiko terjadinya peradangan menjadi berkurang.

    3. Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker

     Dengan antioksidan yang tinggi, jamur dapat membersihkan tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas tersebut dapat berpotensi menyebabkan penyakit kanker. Beta glukan pada jamur juga digunakan sebagai salah satu perawatan kemoterapi atau terapi radiasi.

    Walaupun tidak membunuh sel kanker, beta-glukan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, beta-glukan juga mengatasi efek samping mual akibat kemoterapi atau terapi radiasi.

    4. Mampu Menurunkan Kolesterol
  
    Kandungan beta-gukan, eritadenine, dan chitosan pada jamur juga membantu menurunkan kolesterol.

    5. Menyehatkan Bagi Jantung

    Kandungan Serat, kalium, dan vitamin C pada jamur berkontribusi menjaga tekanan darah dan kolesterol sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan hipertensi.

 
  Selain manfaatnya, ada juga resiko yang di akibatkan dari memakan jamur. Berikut resiko yang akan terjadi :

     1. Keracunan
    
   Keracunan bisa terjadi ketika mengonsumsi jamur yang terkontaminasi Camplylobacter jejuni, yaitu bakteri yang bisa muncul pada jamur. Gejala keracunan ini menyebabkan mual, diare, atau kram perut.

  Mengonsumsi jamur liar seperti jamur amanitas dan jamur cokelat dapat menyebabkan kematian.

     2. Meningkatkan Resiko Beberapa Penyakit. 

   Kandungan Beta glukan yang terdapat pada jamur memang dapat mencegah berbagai penyakit. Namun, kelebihan beta-glukan dalam tubuh akan meningkatkan risiko terkena penyakit lupus, asma, rematik, dan multiple sclerosis.

     3. Psikosis

    Menurut National Institute on Drug Abuse, salah satu jamur, yaitu psilocybin atau magic mushroom dapat menyebabkan halusinasi, perilaku irasional, persepsi penglihatan atau suara yang menyimpang, menjauhkan diri dari orang lain dan lingkungan.

Perubahan psikosis itu terjadi setelah 20 menit dikonsumsi dan efeknya bisa bertahan hingga enam jam. Selain itu, mengonsumsi jamur ini dapat menyebabkan kelemahan otot, mengantuk, mual, muntah, dan ataksia (kehilangan kendali atas fungsi tubuh).

    4. Alergi

     Spora yang dihasilkan oleh beberapa jamur dapat menyebabkan reaksi alergi ekstrem pada orang tertentu. Spora tersebut terbang di ke udara di lingkungan yang lembap. Apabila tercium oleh orang yang memiliki alergi, spora jamur akan menyebabkan infeksi pernapasan, penyakit asma, atau paru-paru.

   Untuk itu, agar terhindar dari efek buruk jamur, pastikan Anda hanya mengonsumsi jamur yang dijual di tempat terpercaya. Jangan sembarangan mengonsumsi jamur yang tumbuh di lingkungan rumah Anda, maupun saat Anda sedang camping di kebun atau hutan. Hindari mengonsumsi jamur yang tidak Anda ketahui jenisnya. Kemudian pastikan pengolahan jamur dilakukan dengan baik (dicuci dan dimasak).





  



0 komentar

Posting Komentar