Selasa, 15 Januari 2019

Pesona Curug 7 di Tasikmalaya

        Ada beberapa tempat wisata terkenal di Tasikmalaya, salah satunya Curug 7 yang terletak di daerah Panjalu. Menempuh perjalanan dari Kota Tasikmalaya sekitar 1 jam. Keindahan alam yang masih terjaga dan kondisi hutan yang belum sering terjamah oleh manusia, menjadikan Curug 7 menjadi salah satu tempat wisata rekomendasi yang menarik.

        Seperti namanya, Curug ( air terjun ) 7 ini terdiri dari tingkat - tingkat atau bertahap yang banyaknya ada 7 tingkatan. Mereka adalah Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Simantaja, Curug Cileutik, dan Curug Cibuluh.

        Untuk menikmati pesona dari ketujuh curug itu, kita harus mengelilingi hutan pinus dan hutan tropis, serta akses jalan setapak yang membuat perjalanan lebih menyenangkan.





Legenda Curug Tujuh Panjalu



         Menurut legenda, Curug Tujuh terbentuk dari mata air seorang raja.  Konon, pada zaman dahulu terjadi kemarau yang sangat panjang di wilayah ini.  Air tidak ada dan tanah kering kerontang sehingga rakyatnya dirundung malang berkepanjangan.
        Air yang jatuh dari ketujuh curug ini seakan tak pernah surut, sekalipun saat musim kemarau. Bahkan berdasarkan hasil penelitian, air yang mengalir mengandung unsur belerang yang diyakini berkhasiat untuk penyembuhan sejumlah penyakit kulit.
       Sumber air curug ini berasal dari Cimantaja yang menurut mitos Cimantaja berarti air mata raja. Konon, dulu ada seorang raja yang merasa prihatin terhadap keadaan wilayahnya akibat kemarau panjang. Air tidak ada dan tanah kering membuat rakyatnya dirundung sengsara berkepanjangan. Sang raja kemudian bertapa untuk memohon supaya diturunkan hujan dengan harapan kondisi negerinya kembali seperti sediakala.
        Namun usaha sang raja tidak mendapat respon dari penguasa alam. Gara-gara merasa usahanya gagal, sang raja bersedih dan menangis. Saat itulah keajaiban terjadi, air mata raja yang terus bercucuran berubah menjadi genangan air jernih yang besar dan membentuk aliran air yang kemudian terpecah dan jatuh di tujuh buah tebing. Berkat itu, keadaan negeri tersebut kembali sejahtera. 










0 komentar

Posting Komentar